Elektronika dasar

MOSFET sebagai Saklar untuk Arduino dan ESP32: Pilih yang Logic Level

PCB driver MOSFET multi-kanal

MOSFET N-channel adalah saklar elektronik yang ideal untuk beban arus besar seperti LED strip, motor kecil, atau solenoid. Agar bisa dikendalikan langsung dari pin 3,3V ESP32 atau 5V Arduino, pilih MOSFET logic level, yaitu MOSFET yang sudah terbuka penuh dengan tegangan gate serendah itu. Banyak MOSFET populer seperti IRF540N sebenarnya tidak dirancang untuk itu.

Kenapa MOSFET?

  • Dikendalikan tegangan, hampir tidak menarik arus dari pin dalam kondisi diam.
  • Hambatan saat menyala (Rds(on)) bisa sangat kecil, sehingga panasnya kecil di arus besar.
  • Bisa dipakai untuk PWM, misalnya mengatur terang LED atau kecepatan motor.

Membaca datasheet: Vgs(th) bukan patokan

Banyak orang melihat Vgs(th) (tegangan threshold), misalnya 2–4 V, lalu menyimpulkan MOSFET bisa dipakai dari 3,3V. Padahal Vgs(th) hanyalah tegangan saat MOSFET mulai menghantar sedikit. Yang harus dilihat adalah Rds(on) pada Vgs tertentu:

  • Kalau datasheet mencantumkan Rds(on) pada Vgs = 2,5 V atau 3,3 V, MOSFET itu cocok untuk ESP32.
  • Kalau Rds(on) hanya dicantumkan pada Vgs = 10 V, MOSFET itu dirancang untuk tegangan gate tinggi dan akan panas bila hanya diberi 3,3 V.
Contoh MOSFETCocok dari 3,3V?Catatan
AO3400 (SOT-23)YaRds(on) dicantumkan pada Vgs 2,5 V, untuk beban kecil–sedang
IRLZ44NKurang idealLogic level untuk 4–5 V, di 3,3 V belum optimal
IRF540N / IRFZ44NTidakDirancang untuk Vgs 10 V

Selalu cek datasheet versi produsen yang kamu beli, karena nilainya bisa berbeda antarprodusen.

Rangkaian dasar low-side switch

  • Source ke GND, drain ke beban, beban ke +V.
  • Resistor gate sekitar 100 Ω antara pin dan gate, untuk meredam lonjakan saat switching.
  • Resistor pull-down sekitar 10 kΩ dari gate ke GND, supaya MOSFET mati saat mikrokontroler belum siap (misalnya saat boot).
  • Dioda flyback bila bebannya induktif (motor, solenoid, relay).

Kalau terpaksa memakai MOSFET non-logic level

Tambahkan gate driver, atau gunakan transistor kecil untuk menaikkan tegangan gate ke 10–12 V dari suplai beban. Cara ini lebih rumit, jadi untuk desain baru lebih baik pilih MOSFET logic level dari awal.

Perhatikan panas

Daya yang dibuang MOSFET kira-kira P = I² × Rds(on). Contoh: beban 3 A dengan Rds(on) 0,03 Ω membuang sekitar 0,27 W. Untuk package kecil seperti SOT-23, beri area tembaga yang cukup di drain sebagai pendingin, atau pilih package lebih besar.

Kesimpulan

Pilih MOSFET berdasarkan Rds(on) pada tegangan gate yang benar-benar kamu punya, bukan berdasarkan Vgs(th). Tambahkan resistor gate, pull-down, dan dioda flyback bila perlu. Butuh board driver MOSFET multi-kanal untuk proyekmu? SALTECH bisa mendesainnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu MOSFET logic level?

MOSFET yang sudah menghantar penuh (Rds(on) rendah) dengan tegangan gate rendah seperti 4,5 V, 3,3 V, atau 2,5 V, sesuai yang tercantum di datasheet.

Apakah MOSFET butuh resistor basis seperti transistor?

Tidak dengan cara yang sama. MOSFET dikendalikan tegangan, jadi cukup resistor gate kecil dan resistor pull-down.

Tanya via WhatsApp