Bukan sekadar menggabungkan kode contoh internet dengan kabel jumper. Kami membangun arsitektur embedded firmware yang stabil, tahan lonjakan tegangan pabrik, auto-reconnect saat sinyal hilang, dan terintegrasi mulus dengan cloud dashboard kustom.
Prototipe yang berfungsi mulus di atas meja praktikum sering kali mati mendadak saat dipasang di lokasi industri terpencil.
Kode Arduino tanpa Task Management (FreeRTOS) rentan mengalami buffer overflow dan hang. Jika alat dipasang di tower atau lokasi remote, teknisi harus datang manual hanya untuk menekan tombol reset.
Jaringan 4G atau Wi-Fi lapangan kerap mengalami blank spot. Tanpa mekanisme penyimpanan lokal bertingkat (*offline buffering*), data telemetri berharga hilang selamanya.
Menghubungkan sensor 24V industri atau kontaktor motor tanpa proteksi optocoupler dan TVS Diode langsung menghancurkan register internal ESP32 atau STM32.
Kami merancang setiap baris kode dan komponen kelistrikan dengan filosofi *Fail-Safe* — sistem harus mampu memulihkan dirinya sendiri secara otomatis.
Kombinasi Hardware & Software Watchdog Timer (WDT). Jika firmware mendeteksi loop macet lebih dari 3 detik, sistem melakukan cold reset dan melanjutkan task tanpa mematikan output kritis.
Status relay, konfigurasi jaringan, dan data logging tersimpan di memori Non-Volatile. Saat listrik padam dan menyala kembali, alat langsung bekerja di kondisi terakhir.
Saat koneksi seluler 4G atau Wi-Fi putus, data sensor diantrekan secara FIFO di Flash memori lokal, lalu diunggah otomatis ke cloud secara berurutan begitu sinyal kembali stabil.
Semua input digital PLC dan output relay dipisahkan secara optik dari mikrokontroler. Lonjakan tegangan induktif dari kontaktor pabrik 220V/380V terisolasi aman.
Kami menguasai platform embedded terpopuler dan protokol telemetri berstandar internasional.
Dual-core processing, konektivitas Wi-Fi 2.4GHz + BLE 5.0, task scheduling FreeRTOS untuk memisahkan komputasi sensor dan pengiriman data internet.
Mikrokontroler 32-bit dengan stabilitas ekstrem, timer presisi tinggi, dan ketahanan terhadap interferensi elektromagnetik untuk modulasi sinyal industri.
Konektivitas seluler 4G LTE multi-operator untuk telemetri di area perkebunan, pertambangan, dan instalasi remote tanpa jaringan Wi-Fi lokal.
Komunikasi nirkabel jarak jauh (hingga beberapa kilometer) point-to-point atau mesh dengan konsumsi daya ultra rendah bebas biaya kuota bulanan.
Integrasi langsung dengan PLC Siemens, Omron, sensor debit air, solar inverter, dan power meter listrik kWh industri.
Pengiriman payload JSON ringan dan terenkripsi ke MQTT Broker (EMQX, HiveMQ, Mosquitto), AWS IoT Core, ThingsBoard, atau server backend custom.
Hardware dan firmware kami terpasang langsung di perangkat industri dan trainer kit komersial.

Membaca data arus, tegangan, daya aktif, dan frekuensi via Modbus RS-485 dari meteran listrik, memproses data dengan ESP32, dan mengirim telemetri via Quectel 4G LTE.

Sistem kontrol dan monitoring otomasi pabrik dengan 8 relay terisolasi, dual mikrokontroler, dan web server lokal terintegrasi untuk panel industri.

Sistem kendali jarak jauh wireless point-to-point untuk pengontrolan pompa, valve, dan lampu penerangan tanpa kabel jaringan fisik.
Jawaban transparan untuk kebutuhan pengembangan firmware dan sistem telemetri Anda.
Ya, tentu saja! Anda menerima full source code proyek (C/C++ Arduino framework atau ESP-IDF/FreeRTOS) lengkap dengan komentar penjelasan di setiap blok fungsi penting, library khusus, dan panduan upload firmware.
Bisa. Kami dapat mengintegrasikan data alat ke platform IoT populer seperti ThingsBoard, Blynk, Adafruit IO, ataupun membangun web dashboard custom berbasis Node.js/React yang bisa diakses via browser laptop dan smartphone.
Kami memberikan garansi perbaikan bug firmware selama masa garansi proyek. Tim engineer kami akan mendampingi pengetesan dan kalibrasi sampai alat berjalan stabil sesuai spesifikasi yang disepakati.